SEKOLAH TINGGI TEOLOGI

Friday, May 05, 2006

SEKOLAH TINGGI TEOLOGI 'CINA'

STTRI Stephen Tong, STT SAAT Malang dan Daniel Lucas Lukito adalah contoh sekolah2 teologi yang berorientasi ke Cina. SAAT dulunya bahasa Cina. Kini bahasa Indonesia tetapi kiblat dan orientasi semata2 kecinaan. Kecinaan lebih utama dari kebenaran.

Falsafah perekrutan dosen bukan kualifikasi Alkitabiah tetapi kriteria kecinaan. Kecinaan lebih utama dari segalanya. Mereka memandang sebelah mata ke orang pribumi. Orang pribumi sehebat apapun dipasang di bidang yang tidak menentukan sama sekali. Kecinaan di atas segalanya.

Praktek STTRI Stephen Tong dan Lukito semata2 fokus ke gereja Cina dan tanah Cina. Di Indonesia semata di lingkungan Cina untuk Cina. Tidak ada salahnya tetapi fanatisme rasial ini membuat mereka ekslusif bukan karena kebenran; tetapi kecinaan.

Kepicikan ini sudah berakar sejak lama. Sehingga nama mereka diganti jadi Lukito atau Stephen tetapi kecinaan lebih kuat dari kekristenan.

Banyak sekolah teologi. Tidak semua ajarkan Alkitab. Nama bisa Sekolah Alkitab tetapi ajarannya belum tentu Alkitabiah.

Sekolah Kristen banyak yang tidak ajarkan ajaran Kristen. Malah ada universitas Kristen yang anti Kristen. Papan Kristen supaya merekrut mahasiswa Kristen.

STT Reformed Injili bukan sekolah yang mengajarkan Alkitab. STT RI mengajarkan Calvinisme. Lulus STTRI hanya ahli ajaran ekstrim tentang TULIP Calvinisme. Sama juga dengan STT SAAT di Malang.

Carilah Sekolah kecil meski kecil tetapi mengajarkan Alkitab.

Jangan takut ke Sekolah2 aliran Pentakosta karena mereka komit ke seluruh Alkitab dan diikuti secara literal.

Yang paling mematikan iman dan mematikan penginjilan adalah ajaran Calvinisme.

Calvinisme mematikan gereja dan mematikan kerohanian karena pilar satu2nya yaitu: predestinasi--determinisme.


Hindarilah segala yang berbau Calvinisme.